pengelasan zaman purba

Sejarah Dan Pengertian Kerja Las

Pengertian Kerja Las

Tahukah Anda bahwa barang-barang disekitar Anda banyak sekali yang menggunakan pengerjaan las.

Definisi dari kata “las” itu sendiri adalah penyambungan dua buah logam dengan cara membakar atau melelehkan kedua logam tersebut (sumber:wikipedia). Walaupun ada beberapa metode lain dalam penyambungan benda-benda logam seperti keling (rivet) atau solder, tetapi metode pengelasan ini masih menjadi pilihan utama. Proses pengelasan ini juga terdapat beberapa metode yang berbeda. Pertama, pengelasan dengan cara menggunakan energi listrik, yaitu dengan cara melelehkan dua potong logam secara bersamaan serta menambahkan logam pengisi (filler) di antara sendi-sendi kedua logam tersebut sehingga keduanya akan saling mengikat satu sama lain. Yang kedua adalah dengan cara menggunakan gas bertekanan sebagai bahan bakar untuk melelehkan dua logam tersebut dan yang ketiga adalah dengan cara mengombinasikan cara pertama dengan cara kedua yaitu kombinasi antara listrik dengan gas bertekanan. Pada artikel ini , kita akan melihat lebih dekat bagaimana proses pengelasan tersebut.

Sejarah Kerja Las

Kita mungkin berpikir bahwa pengelasan adalah sebuah proses yang relatif baru. Pada kenyataannya, pengelasan telah ada selama ribuan tahun yang lalu. Contoh-contoh awal dari pengelasan telah ditemukan di lokasi mulai dari Irlandia sampai ke India pada zaman perunggu.

Tentunya pada jaman tersebut peralatan dan kemampuan tukang las tidak seperti pada jaman sekarang. Yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana mereka bisa berhasil melakukan proses pengelasan? Pada peradaban tersebut proses pengelasan dikenal sebagai forge welding, proses pengelasannya seperti pandai besi yang sedang membuat sebuah pedang.

Pandai besi tersebut memanaskan logam hingga berwarna merah membara tetapi masih belum mencapai titik leleh dari kedua logam tersebut kemudian menempatkan dua ujung potong logam tersebut saling tumpang tindih dan diletakkan pada landasan yang sama serta dipukul secara bersamaan.

Proses Pengelasan

Kebanyakan proses pengelasan dilakukan pada saat ini jatuh ke dalam salah satu dari dua kategori yaitu Arc Welding dan Torch Welding.

Arc Welding

las listrik
teknik las listrik

Arc welding adalah jenis las yang menggunakan power supply (energi listrik)  untuk membuat busur listrik (loncatan arus listrik) antara elektroda dengan benda kerja untuk mencairkan logam tersebut pada titik pengelasan. Elektroda arc welding terdiri dari 2 bagian inti yang terbuat dari baja yang berfungsi sebagai filler dan bahan pembungkus yang disebut fluks yang berfungsi untuk melindungi logam cair dari udara disekitarnya dan menjaga busur listrik agar tetap stabil. Adapun untuk Energy listrik yang digunakan pada arc welding ini  dapat menggunakan arus searah (DC) atau bolak-balik (AC). Proses pengelasan arc welding ini bisa dilakukan secara manual, semi-otomatis, atau otomatis. Adapun turunan dari arc welding ini adalah:

  1. SMAW (Shielded Metal Arc Welding)
  2. Gas Metal Arc Welding
  3. Las Listrik TIG (Tungsten Inert Gas)

Torch Welding

Di kehidupan sehari-hari kita sering mendengar dari proses torch welding ini hanya  namanya saja yang berbeda yaitu “las karbit”. Torch welding adalah proses pengelasan yang dilaksanakan dengan mencampurkan dua jenis gas sebagai pembentuk nyala api dan sebagai sumber panas. Gas yang digunakan adalah campuran dari gas oksigen (O2) dan gas lain sebagai gas bahan bakar (fuel gas) yaitu gas asetilen. Gas ini memiliki beberapa kelebihan dibandingkan gas bahan bakar lain seperti propane dan hydrogen. Kelebihan yang dimiliki gas asetilen yaitu menghasilkan temperature nyala api lebih tinggi dari gas bahan bakar lainya.

teknik las gas
teknik las dengan gas

Gas asetilen ini sebenarnya dihasilkan dari reaksi batu Calsium Karbida (biasanya orang-orang menyebutnya KARBIT) dengan air. Jadi karbit ini disiram atau dicelupkan ke dalam air maka akan terbentuk gas asetilen. Untuk melakukan torch welding ini diperlukan peralatan tabung gas oksigen, tabung gas asetilen, katup tabung, regulator (pengatur tekanan gas), selang gas dan torch (brander). Masing-masing gas oksigen dan gas asetilen ini keluar dari masing-masing tabung dengan tekanan tertentu kemudian mengalir menuju torch melalui regulator dan selang gas. Setelah sampai di torch, masing-masing gas tersebut akan tercampur dan akhirnya keluar dari ujung nozel torch. Dengan bantuan pemantik api, maka campuran gas yang keluar dari nozel ini akan membentuk nyala api.

 

bengkel las jayamits

Demikian informasi singkat dari kami, semoga berguna dan dapat menambah pengetahuan kita bersama.

Untuk pemesanan pagar, kanopi, railing tangga maupun balkon, meja, rak dan semua kebutuhan Anda dapat menghubungi kami, Bengkel Las Jayamits yang melayani pembuatan pagar, railing, teralis, kanopi dan konstruksi lainnya sesuai dengan kebutuhan yang Anda inginkan. Untuk lebih jelasnya Anda dapat melihat portofolio serta Anda dapat bebas berkonsultasi dengan kami.

Share this:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *